LEBAK, BANTEN – Desa Pondokpanjang terus mendorong penguatan ekonomi kreatif dengan menyelenggarakan workshop “UMKM Go Digital” pada Minggu, 18 Januari 2026 di Balai Desa. Kegiatan ini menargetkan pelaku UMKM lokal dan anggota ibu-ibu PKK untuk beradaptasi dengan sistem transaksi digital dan layanan pesan antar. Pelaksanaan workshop dilakukan oleh KKM 06 Untirta dengan ketua pelaksana Iqbal Maulana, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Pondokpanjang.
Latar belakang kegiatan ini muncul karena UMKM merupakan pilar ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar untuk memperkenalkan produk lokal berkualitas ke masyarakat luas. Perubahan perilaku konsumen yang kini beralih ke transaksi digital membuat pelaku usaha harus memiliki akun online. Dengan mendaftarkan produk ke GoFood dan memanfaatkan sistem pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), UMKM desa dapat memperluas jangkauan pasar, menjalankan transaksi lebih praktis, aman, dan tercatat otomatis. Kombinasi GoFood dan QRIS menciptakan ekosistem bisnis modern, profesional, dan kompetitif.
Kepala Desa Pondokpanjang, Heru Purnomo, ST, menyampaikan, “Digitalisasi UMKM desa adalah langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Kami berharap seluruh pelaku usaha di Pondokpanjang dapat memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar dan meningkatkan kualitas layanan.”
Workshop ini diikuti oleh lima UMKM unggulan Desa Pondokpanjang:
-
Teh Dita – Bakso Ikan Saji & Frozen (Kulit, Urat, Telur)
-
Keripik Bu Mimi – Aneka keripik bawang, pisang, rempeyek, dan nouga
-
Kedai Cimilikity – Seblak, sate sapi & ayam, mie ayam bakso, dimsum mentai
-
Bakso Ikan Bu Enok – Bakso ikan varian kulit, mozzarella, rumput laut, kuah pedas
-
Kedai Aishwa / Teh Sri – Donat susu kentang (Matcha, Taro, Coklat, Vanilla), seblak, bakso ikan & sapi, cilok
Ibu Mimi Maryami, pemilik UMKM Dapur Mama Kembar Bu Mimi, menyatakan, “Workshop ini sangat membantu kami memahami cara promosi digital dan menerima pembayaran non-tunai. Sekarang keripik kami bisa dijual lebih luas, dan pelanggan tidak terbatas hanya yang datang ke toko.”
Materi workshop menitikberatkan pada digitalisasi pembayaran dan pemasaran. QRIS memudahkan transaksi non-tunai dari berbagai aplikasi seperti GoPay, OVO, Dana, ShopeePay, maupun mobile banking dengan satu kode QR. Hal ini mempercepat transaksi, mengurangi risiko uang palsu, dan otomatis mencatat setiap pembayaran.
Peserta juga diberikan panduan pembuatan akun GoFood dan strategi pemasaran digital, termasuk promosi daring, program diskon, kerja sama antar pedagang, serta penjualan langsung di area ramai seperti sekolah dan tempat umum. Variasi produk peserta yang dipromosikan antara lain bakso ikan, dimsum, donat, seblak, dan keripik. Panduan pembuatan akun GoFood dapat diakses melalui tautan video ini.
Ibu Tini Ayu Wandini, selaku EO sekaligus pelopor UMKM Desa Pondokpanjang, menambahkan, “Kami berupaya menciptakan ekosistem bisnis desa yang modern dan profesional. Workshop ini merupakan langkah awal bagi UMKM untuk go digital, meningkatkan visibilitas, dan memanfaatkan peluang pasar yang lebih luas.”
Output nyata dari kegiatan ini adalah:
-
Semua UMKM memiliki akun Google Maps aktif
-
Setiap UMKM terdaftar di GoFood
-
Setiap UMKM memiliki kode QRIS
-
Media sosial UMKM lebih rapi dan terkelola
-
Konten promosi siap pakai untuk media sosial
-
Peningkatan visibilitas digital dan daya saing produk lokal
Desa Pondokpanjang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan visibilitas dan daya saing produk lokal, sekaligus mendorong UMKM desa agar lebih profesional dalam menghadapi pasar digital nasional maupun global.
Komentar (0)