Pendidikan

Antusiasme Siswa Meningkat, KKM 06 Untirta Resmikan Pojok Literasi di SDN 1 Pondokpanjang

22 Jan 2026 | Hedi | 111 Dibaca

Antusiasme Siswa Meningkat, KKM 06 Untirta Resmikan Pojok Literasi di SDN 1 Pondokpanjang

Upaya meningkatkan minat baca anak-anak terus digalakkan di Desa Pondokpanjang. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui peresmian pojok literasi di SDN 1 Pondokpanjang yang diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 06 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Program ini bertujuan menumbuhkan budaya membaca sejak usia dini serta menciptakan ruang belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar.

Pojok literasi dihadirkan sebagai sudut baca edukatif dengan koleksi buku yang sesuai dengan usia anak. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mendorong siswa untuk lebih dekat dengan buku dan menjadikan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan, baik di sela waktu luang maupun setelah kegiatan belajar mengajar.

Ruang Baca Edukatif untuk Anak Sekolah Dasar

Mahasiswa KKM 06 Untirta merancang pojok literasi sebagai ruang belajar alternatif yang ramah anak. Penataan sudut baca dibuat sederhana namun menarik, sehingga siswa merasa nyaman untuk duduk, memilih buku, dan membaca dengan suasana yang menyenangkan.

Sejak pojok literasi diresmikan, terlihat perubahan positif dalam kebiasaan siswa. Anak-anak mulai memanfaatkan pojok literasi sebagai tempat membaca, berdiskusi ringan, dan mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat.

Respons Positif dan Antusiasme Siswa

Humas KKM 06 Untirta, Veby Shalbiah, mengungkapkan rasa senang dan bangganya atas respons positif yang ditunjukkan oleh para siswa terhadap kehadiran pojok literasi di SDN 1 Pondokpanjang.

Saya merasa senang dan bangga melihat respons anak-anak yang sangat antusias. Sejak pojok literasi diresmikan, sebagian siswa terlihat lebih semangat untuk membaca, baik saat waktu luang maupun setelah kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Antusiasme tersebut terlihat dari meningkatnya ketertarikan siswa terhadap buku. Anak-anak dengan rasa ingin tahu yang tinggi datang ke pojok literasi, memilih buku bacaan, lalu membaca dengan penuh keceriaan.

“Program literasi ini kami rancang sebagai ruang belajar yang nyaman dan menyenangkan. Melihat semangat membaca siswa yang terus tumbuh menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendukung kegiatan literasi di lingkungan sekolah dan desa,” tambah Veby Shalbiah.

Dukungan Pemerintah Desa Pondokpanjang

Program pojok literasi ini juga mendapat perhatian dan dukungan dari Pemerintah Desa Pondokpanjang. Kepala Desa Pondokpanjang, Heru Purnomo, ST, menilai kegiatan literasi tersebut sebagai langkah yang sangat positif dalam menumbuhkan minat baca anak-anak sejak usia dini.

Menurutnya, membaca buku merupakan jendela dunia yang dapat membuka wawasan dan memperluas pengetahuan anak. Jika kegiatan membaca terus digalakkan, maka diharapkan dapat mengurangi aktivitas anak-anak dalam menggunakan telepon genggam dan mengarahkannya pada kegiatan yang lebih edukatif.

Menanamkan Budaya Membaca Sejak Usia Dini

Minat baca merupakan fondasi penting dalam dunia pendidikan. Anak-anak yang terbiasa membaca sejak dini akan memiliki kemampuan berpikir yang lebih baik, kosakata yang lebih luas, serta rasa ingin tahu yang tinggi. Melalui pojok literasi, siswa SDN 1 Pondokpanjang didorong untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

Lingkungan sekolah yang mendukung literasi diharapkan mampu membentuk karakter anak yang gemar belajar dan berpengetahuan luas. Program ini menjadi langkah awal dalam membangun generasi muda desa yang cerdas dan berdaya saing.

Sinergi Literasi Konvensional dan Digital

Selain menghadirkan pojok literasi di sekolah, Desa Pondokpanjang juga mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui inovasi digital. Pemerintah desa menyediakan fitur Ruang Belajar Digital pada website resmi desa pondokpanjang.id yang dapat diakses melalui https://pondokpanjang.id/ruang-belajar/.

Fitur Ruang Belajar Digital ini menyediakan berbagai materi pembelajaran untuk jenjang TK hingga SMA. Kehadirannya menjadi pelengkap dari literasi konvensional, sekaligus mengarahkan pemanfaatan teknologi ke arah yang lebih positif, mendidik, dan bermanfaat bagi anak-anak.

Peresmian pojok literasi oleh KKM 06 Untirta di SDN 1 Pondokpanjang menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan pemerintah desa mampu menghadirkan dampak positif bagi dunia pendidikan. Antusiasme siswa dalam membaca menjadi harapan baru bagi tumbuhnya budaya literasi di Desa Pondokpanjang. Dengan dukungan berkelanjutan, gerakan literasi ini diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi muda desa.


Bagikan Berita Ini

Tag

Komentar (0)

Memuat komentar...