Upaya meningkatkan minat baca anak-anak terus dilakukan di Desa Pondokpanjang. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan pojok literasi di SDN 1 Pondokpanjang yang dihadirkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 06 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Program ini bertujuan untuk menanamkan budaya membaca sejak usia dini, khususnya bagi siswa sekolah dasar.
Pojok literasi menjadi ruang baca sederhana yang dirancang ramah anak, dengan menghadirkan berbagai buku bacaan edukatif yang sesuai dengan usia siswa. Kehadiran pojok literasi ini diharapkan mampu menjadi sarana pembelajaran tambahan sekaligus mendorong anak-anak agar lebih dekat dengan buku.
Pojok Literasi sebagai Sarana Edukasi di Sekolah
Melalui program ini, mahasiswa KKM 06 Untirta berupaya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan edukatif. Buku-buku yang tersedia di pojok literasi meliputi bacaan cerita anak, pengetahuan umum, serta buku pembelajaran dasar yang dapat menunjang proses belajar mengajar di sekolah.
Selain menghadirkan pojok literasi, mahasiswa KKM juga turut memperhatikan kondisi perpustakaan sekolah. Penataan dan pemanfaatan perpustakaan menjadi bagian penting agar fasilitas yang ada dapat digunakan secara optimal oleh siswa dan guru.
Dengan adanya pojok literasi, siswa tidak hanya diajak membaca saat jam pelajaran, tetapi juga didorong untuk memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat dan mendidik.
Peninjauan dan Apresiasi Kepala Desa Pondokpanjang
Kegiatan pojok literasi di SDN 1 Pondokpanjang mendapat perhatian dan dukungan dari Pemerintah Desa Pondokpanjang. Kepala Desa Pondokpanjang, Heru Purnomo, ST, turut melakukan peninjauan terhadap kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa KKM 06 Untirta.
Menurutnya, program pojok literasi merupakan langkah yang sangat baik dalam menumbuhkan minat baca anak-anak sejak dini.
“Sangat bagus untuk menumbuhkan jiwa baca buku. Ada istilah membaca buku adalah jendela dunia. Jika hal ini digalakkan, maka dapat mengurangi aktivitas anak-anak dalam memegang HP. Apalagi yang disentuh langsung adalah anak SD, jadi mencanangkan minat baca sejak usia anak-anak,” ujar Heru Purnomo, ST.
Ia menilai bahwa di era digital saat ini, anak-anak cenderung lebih dekat dengan gawai. Oleh karena itu, gerakan literasi di sekolah menjadi salah satu solusi untuk mengarahkan anak-anak pada aktivitas yang lebih edukatif dan bermanfaat.
Menumbuhkan Budaya Membaca Sejak Usia Dini
Minat baca merupakan fondasi penting dalam dunia pendidikan. Kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak usia sekolah dasar akan berdampak besar terhadap kemampuan berpikir, berbahasa, serta pembentukan karakter anak. Melalui pojok literasi, siswa diperkenalkan pada dunia pengetahuan yang lebih luas melalui buku.
Lingkungan sekolah yang mendukung literasi juga diharapkan mampu menciptakan generasi yang gemar belajar, memiliki rasa ingin tahu tinggi, dan mampu mengembangkan potensi diri secara optimal. Program ini menjadi langkah awal untuk membiasakan anak-anak menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
Sinergi Pendidikan Desa dan Peran Mahasiswa
Program pojok literasi yang dihadirkan oleh KKM 06 Untirta menjadi contoh nyata sinergi antara mahasiswa, sekolah, dan pemerintah desa dalam mendukung pendidikan. Kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa program fisik, tetapi juga gagasan dan semangat untuk membangun budaya literasi di lingkungan desa.
Pemerintah Desa Pondokpanjang berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi program pendidikan lainnya. Dengan dukungan semua pihak, minat baca anak-anak di Desa Pondokpanjang diharapkan terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi masa depan generasi muda.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan terhadap dunia pendidikan, Desa Pondokpanjang juga menghadirkan inovasi di bidang digital melalui fitur Ruang Belajar Digital yang tersedia di website resmi desa pondokpanjang.id. Melalui fitur Ruang Belajar yang dapat diakses di https://pondokpanjang.id/ruang-belajar/, anak-anak sekolah mulai dari jenjang TK hingga SMA dapat mengakses berbagai materi pembelajaran dan konten edukatif secara daring. Kehadiran ruang belajar digital ini menjadi pelengkap dari pojok literasi di sekolah, sekaligus upaya mengarahkan pemanfaatan teknologi ke arah yang lebih positif, mendidik, dan bermanfaat bagi peningkatan minat belajar dan membaca anak-anak Desa Pondokpanjang.
Melalui program pojok literasi di SDN 1 Pondokpanjang, KKM 06 Untirta telah berkontribusi dalam upaya meningkatkan minat baca anak sejak usia dini. Dukungan dari Pemerintah Desa Pondokpanjang semakin memperkuat pentingnya gerakan literasi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia desa. Dengan membaca, anak-anak diajak membuka jendela dunia dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang lebih cerah.
Komentar (0)