Pendidikan

Kepala Desa Pondokpanjang Tinjau Pojok Literasi Karya KKM 06 Untirta di SDN 1 Pondokpanjang

22 Jan 2026 | Hedi | 152 Dibaca

Kepala Desa Pondokpanjang Tinjau Pojok Literasi Karya KKM 06 Untirta di SDN 1 Pondokpanjang

Komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan minat baca anak-anak terus diperkuat di Desa Pondokpanjang. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan peninjauan pojok literasi dan perpustakaan di SDN 1 Pondokpanjang yang dilakukan langsung oleh Kepala Desa Pondokpanjang, Heru Purnomo, ST. Pojok literasi tersebut merupakan hasil karya dan program unggulan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 06 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menanamkan budaya membaca sejak usia dini, khususnya bagi siswa sekolah dasar. Kehadiran pemerintah desa dalam meninjau langsung program literasi ini menunjukkan dukungan penuh terhadap gerakan pendidikan yang menyentuh akar generasi muda desa.

Pojok Literasi sebagai Sarana Edukasi Anak Sekolah Dasar

Pojok literasi yang dihadirkan oleh mahasiswa KKM 06 Untirta dirancang sebagai ruang baca sederhana namun ramah anak. Di sudut literasi ini, siswa SDN 1 Pondokpanjang diperkenalkan dengan berbagai buku bacaan yang menarik, mulai dari buku cerita anak, buku pengetahuan dasar, hingga bacaan edukatif yang sesuai dengan usia mereka.

Selain menghadirkan pojok literasi, mahasiswa KKM juga melakukan penataan dan peninjauan kondisi perpustakaan sekolah. Tujuannya agar perpustakaan tidak hanya menjadi ruang penyimpanan buku, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai pusat belajar dan sumber pengetahuan bagi siswa.

Melalui pendekatan yang menyenangkan, anak-anak diajak untuk lebih dekat dengan buku, menumbuhkan rasa ingin tahu, dan membangun kebiasaan membaca secara perlahan namun konsisten.

Apresiasi Kepala Desa Pondokpanjang

Dalam kegiatan peninjauan tersebut, Kepala Desa Pondokpanjang, Heru Purnomo, ST, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif mahasiswa KKM 06 Untirta. Ia menilai program pojok literasi dan penguatan perpustakaan sekolah merupakan langkah yang sangat positif bagi dunia pendidikan desa.

Kegiatan ini sangat bagus untuk menumbuhkan jiwa membaca buku. Kita sering mendengar istilah bahwa membaca buku adalah jendela dunia. Dari membaca, anak-anak bisa mengenal banyak hal dan memperluas wawasannya,” ujar Heru Purnomo, ST.

Ia juga menyoroti kondisi saat ini, di mana anak-anak semakin dekat dengan gawai atau telepon genggam. Menurutnya, gerakan literasi dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan tersebut.

Jika kegiatan membaca ini terus digalakkan, maka aktivitas anak-anak dalam memegang HP bisa dikurangi. Apalagi ini menyasar anak SD, sehingga minat baca dapat dicanangkan sejak usia anak-anak,” tambahnya.

Menanamkan Minat Baca Sejak Usia Dini

Menumbuhkan minat baca sejak usia dini memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter dan kecerdasan anak. Membaca tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga melatih daya imajinasi, berpikir kritis, serta memperkaya kosakata dan pengetahuan anak.

Melalui pojok literasi dan optimalisasi perpustakaan sekolah, anak-anak diharapkan tidak hanya membaca karena kewajiban, tetapi menjadikan membaca sebagai kebutuhan dan kebiasaan sehari-hari. Lingkungan sekolah yang mendukung literasi akan memberikan dampak jangka panjang bagi kualitas pendidikan di desa.

Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan pemerintah desa mampu menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak besar bagi masyarakat.

Dukungan Digital melalui Ruang Belajar di Website Desa

Selain mendukung pendidikan melalui kegiatan langsung di sekolah, Pemerintah Desa Pondokpanjang juga menghadirkan inovasi di bidang digital. Melalui website resmi desa pondokpanjang.id, pemerintah desa menyediakan fitur khusus Ruang Belajar Digital yang dapat diakses oleh masyarakat melalui tautan berikut: https://pondokpanjang.id/ruang-belajar/

Fitur Ruang Belajar Digital ini dirancang sebagai sarana pendukung pendidikan bagi anak-anak sekolah, mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA. Di dalamnya tersedia berbagai materi pembelajaran, naskah edukatif, serta konten belajar yang dapat diakses kapan saja.

Kehadiran Ruang Belajar Digital ini menjadi pelengkap dari gerakan literasi konvensional seperti pojok literasi dan perpustakaan sekolah. Anak-anak tidak hanya diajak untuk membaca buku fisik, tetapi juga diarahkan untuk memanfaatkan teknologi secara positif dan edukatif.

Sinergi Literasi dan Teknologi Pendidikan

Dengan adanya pojok literasi di sekolah dan Ruang Belajar Digital di website desa, Pondokpanjang menunjukkan komitmen dalam membangun ekosistem pendidikan yang seimbang antara literasi konvensional dan digital. Buku tetap menjadi fondasi utama pembelajaran, sementara teknologi dimanfaatkan sebagai sarana pendukung yang memperluas akses pengetahuan.

Pendekatan ini diharapkan mampu mengarahkan anak-anak agar tidak sekadar menggunakan gawai untuk hiburan, tetapi juga untuk belajar dan mengembangkan diri. Orang tua dan guru pun dapat memanfaatkan Ruang Belajar Digital sebagai sumber tambahan dalam mendampingi proses belajar anak.

Harapan ke Depan

Melalui kegiatan peninjauan pojok literasi karya KKM 06 Untirta dan pengembangan Ruang Belajar Digital di website desa, diharapkan budaya membaca dan belajar di Desa Pondokpanjang dapat terus tumbuh dan berkelanjutan. Upaya ini bukan hanya tanggung jawab sekolah atau mahasiswa, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.

Dengan minat baca yang ditanamkan sejak dini dan dukungan teknologi yang tepat, generasi muda Desa Pondokpanjang diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berpengetahuan luas, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Bagikan Berita Ini

Tag

Komentar (0)

Memuat komentar...