Pondokpanjang – Kegiatan Workshop Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman dengan Pestisida Nabati mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya para petani di Desa Pondokpanjang. Kegiatan yang digagas oleh mahasiswa ini dinilai mampu memberikan solusi praktis bagi permasalahan pertanian di tingkat desa.
Workshop yang diikuti oleh 13 peserta tersebut menghadirkan materi tentang pengenalan hama dan penyakit tanaman, teknik pengendalian yang tepat, serta pemanfaatan pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya sebagai alternatif ramah lingkungan.
Ketua Kelompok Tani Nilai Materi Sangat Relevan
Ketua Kelompok Tani Desa Pondokpanjang, Dali (56 tahun), menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi pertanian yang dihadapi petani sehari-hari.
“Kami sebagai petani sering menghadapi serangan hama dan penyakit, tapi kadang bingung memilih cara pengendalian yang aman. Dari workshop ini, kami jadi tahu bahwa bahan alami seperti daun pepaya bisa dimanfaatkan untuk menekan hama,” ujar Dali.
Ia juga menambahkan bahwa penggunaan pestisida nabati dapat menjadi solusi bagi petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia, terutama dalam jangka panjang.
Edukasi Hama dan Penyakit Tanaman
Dalam workshop tersebut dijelaskan bahwa gangguan tanaman terbagi menjadi hama dan penyakit tanaman. Hama seperti ulat, wereng coklat, dan kutu putih merusak tanaman secara langsung, sementara penyakit tanaman umumnya disebabkan oleh jamur, seperti karat daun, layu fusarium, dan antraknosa pada tanaman hortikultura.
Peserta juga mendapatkan pemahaman bahwa faktor lingkungan dan teknik budidaya sangat memengaruhi tingkat serangan, mulai dari jarak tanam yang terlalu rapat, sanitasi kebun yang kurang baik, pemupukan berlebihan, hingga kondisi cuaca yang lembap.
Kepala Desa Pondokpanjang Dukung Inovasi Pertanian
Kepala Desa Pondokpanjang, Heru Purnomo, ST, turut memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai workshop ini sejalan dengan upaya desa dalam mendorong pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat desa. Pengetahuan tentang pestisida nabati dan pengendalian hama yang bijak perlu terus disebarkan agar pertanian kita tetap produktif tanpa merusak lingkungan,” ujar Heru Purnomo, ST.
Ia juga berharap kegiatan edukasi pertanian dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan petani, mahasiswa, dan pemerintah desa.
Dorong Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat
Workshop ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa dalam meningkatkan kualitas sektor pertanian. Peserta diajak memahami bahwa pengendalian hama tidak harus bergantung pada satu metode saja, melainkan perlu kombinasi teknik mekanik, kultur teknis, kimia, dan nabati sesuai kondisi di lapangan.
Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Desa Pondokpanjang diharapkan semakin sadar akan pentingnya pertanian berkelanjutan, penggunaan pestisida secara bijak, serta pemanfaatan bahan alami yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan desa.
Komentar (0)