Pondokpanjang – Kegiatan Workshop Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman dengan Pestisida Nabati dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung program PKK dan Dasawisma di Desa Pondokpanjang. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PKK Desa Pondokpanjang, Ibu Mustika Sumarni Purnomo, yang akrab disapa Bidan Tika, saat menghadiri kegiatan tersebut.
Workshop yang dilaksanakan oleh mahasiswa ini diikuti oleh 13 peserta dan membahas pengenalan hama dan penyakit tanaman, teknik pengendalian yang tepat, serta pemanfaatan pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya sebagai alternatif ramah lingkungan.
Ketua PKK: Sangat Membantu Program PKK dan Dasawisma
Ketua PKK Desa Pondokpanjang, Ibu Mustika Sumarni Purnomo, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan program PKK, terutama yang berkaitan dengan ketahanan pangan keluarga dan pemanfaatan pekarangan.
“Workshop ini sangat membantu, terutama untuk menyukseskan program PKK dan Dasawisma. Banyak ibu-ibu yang menanam sayur di pekarangan, jadi pengetahuan tentang pengendalian hama secara alami ini sangat bermanfaat,” ujar Bidan Tika.
Menurutnya, penggunaan pestisida nabati dapat menjadi solusi aman bagi keluarga, karena tidak meninggalkan residu berbahaya dan mudah dibuat dari bahan yang tersedia di sekitar lingkungan rumah.
Edukasi Pertanian untuk Keluarga dan Pekarangan
Dalam workshop tersebut, peserta diberikan pemahaman bahwa gangguan tanaman terbagi menjadi hama dan penyakit tanaman. Hama seperti ulat, wereng, dan kutu putih merusak tanaman secara langsung, sementara penyakit tanaman umumnya disebabkan oleh jamur seperti karat daun dan antraknosa.
Materi juga menekankan bahwa pengendalian hama tidak harus selalu menggunakan pestisida kimia. Pengendalian nabati dengan bahan alami seperti daun pepaya dinilai lebih sesuai untuk kebun rumah tangga dan tanaman pekarangan, yang menjadi fokus kegiatan PKK dan Dasawisma.
Dorong Peran Aktif Ibu-Ibu PKK
Workshop ini mendorong peran aktif ibu-ibu PKK dalam menjaga keberhasilan tanaman sayur dan tanaman pangan keluarga. Dengan pemahaman teknik pengendalian yang tepat, ibu-ibu diharapkan dapat mengelola kebun pekarangan secara lebih mandiri dan berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan desa dalam mendukung pembangunan sektor pertanian berbasis keluarga.
Wujud Kolaborasi Menuju Pertanian Berkelanjutan
Melalui kegiatan workshop ini, Desa Pondokpanjang menunjukkan komitmen dalam mengembangkan pertanian ramah lingkungan yang dimulai dari lingkup keluarga. Ketua PKK berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pengendalian hama yang aman dan berkelanjutan.
Dengan adanya edukasi seperti ini, program PKK dan Dasawisma diharapkan semakin optimal dalam mendukung ketahanan pangan desa dan kesejahteraan keluarga.
Komentar (0)