Pondok Panjang – Upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pertanian masyarakat terus dilakukan melalui kegiatan edukatif. Salah satunya adalah Workshop Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman dengan Pestisida Nabati yang diselenggarakan oleh mahasiswa sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Workshop ini diikuti oleh 13 peserta dan menghadirkan dua narasumber, Veby Shalbiah dan Muhammad Fadhil G. Kegiatan difokuskan pada pengenalan jenis hama dan penyakit tanaman, teknik pengendalian yang tepat, serta pemanfaatan pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya sebagai alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan.
Materi Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa gangguan pada tanaman secara umum terbagi menjadi dua, yaitu hama dan penyakit tanaman. Hama merupakan organisme yang merusak tanaman secara langsung, seperti ulat yang memakan daun, wereng coklat yang menghisap cairan batang padi, serta kutu putih yang melemahkan tanaman dengan menyerap cairan jaringan.
Sementara itu, penyakit tanaman umumnya disebabkan oleh patogen, terutama jamur. Beberapa penyakit yang sering ditemukan di lapangan antara lain karat daun, layu fusarium, dan patek atau antraknosa yang banyak menyerang tanaman hortikultura, khususnya cabai.
Materi juga menekankan bahwa munculnya hama dan penyakit tanaman sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan teknik budidaya, seperti jarak tanam yang terlalu rapat, kebun yang kurang bersih, pemupukan nitrogen berlebihan, drainase yang buruk, serta kondisi cuaca yang lembap dan tidak stabil.
Pengenalan Pestisida Nabati Ramah Lingkungan
Selain pengenalan hama dan penyakit, peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai metode pengendalian tanaman secara terpadu. Metode tersebut meliputi pengendalian mekanik, pengendalian kultur teknis, pengendalian kimia, serta pengendalian nabati menggunakan bahan alami.
Pestisida nabati dari daun pepaya menjadi salah satu materi utama dalam workshop ini. Pestisida nabati dinilai lebih aman bagi lingkungan karena bekerja dengan cara menekan aktivitas dan nafsu makan hama, bukan membunuh secara langsung, sehingga cocok digunakan secara berulang dalam jangka panjang.
Antusiasme Peserta dan Diskusi Lapangan
Peserta workshop menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Dalam sesi diskusi, peserta menyampaikan bahwa penggunaan pestisida nabati dapat membantu mengendalikan hama seperti wereng dan serangga lainnya secara lebih aman.
Peserta juga menanggapi bahwa kurang efektifnya penggunaan fungisida kimia di lapangan sering disebabkan oleh kesalahan dosis, waktu aplikasi yang tidak tepat, serta pengaruh perubahan cuaca. Melalui workshop ini ditegaskan bahwa penggunaan pestisida, baik kimia maupun nabati, harus disesuaikan dengan kondisi serangan dan tidak digunakan secara terus-menerus dengan bahan yang sama untuk mencegah resistensi.
Dorong Pertanian Berkelanjutan di Desa
Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya pengendalian hama dan penyakit tanaman secara bijak dan berkelanjutan. Peserta juga semakin memahami pentingnya membaca dosis, mengenali jenis pestisida, serta memanfaatkan bahan alami sebagai alternatif pengendalian.
Masyarakat berharap kegiatan workshop pertanian seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi petani desa, meningkatkan kesadaran akan pertanian ramah lingkungan, serta mendorong peran aktif mahasiswa dalam pembangunan sektor pertanian di desa.
Komentar (0)