UMKM

KKN Untirta Bantu UMKM Desa Pondokpanjang Naik Kelas dengan QRIS GoFood

15 Jan 2026 | Hedi

KKN Untirta Bantu UMKM Desa Pondokpanjang Naik Kelas dengan QRIS GoFood

Pondokpanjang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melaksanakan salah satu program unggulan bertajuk UMKM Go Digital di Desa Pondokpanjang. Program ini difokuskan pada pendampingan pelaku usaha mikro agar mampu beradaptasi dengan sistem pembayaran digital dan platform layanan pesan antar makanan.

Sebanyak lima pelaku UMKM lokal menjadi peserta binaan dalam kegiatan ini, yaitu Mimi Maryami, Susi Cimilikity, Dita, Enok Aisyah, dan Sri Wahyuning. Kelima pelaku usaha tersebut merupakan warga Desa Pondokpanjang yang bergerak di sektor kuliner dan usaha rumahan.

Bentuk pembinaan yang dilakukan mahasiswa KKN Untirta tidak hanya bersifat teori, tetapi langsung praktik di lapangan. Salah satu fokus utama adalah pembuatan dan aktivasi QRIS melalui layanan GoFood, sehingga pelaku UMKM dapat menerima pembayaran non-tunai dan menjangkau konsumen yang lebih luas.

Dalam pendampingan ini, peserta dibantu mulai dari:

  • Pengenalan konsep UMKM Go Digital

  • Pendaftaran akun usaha di GoFood

  • Proses pembuatan QRIS

  • Edukasi manfaat pembayaran digital untuk meningkatkan kepercayaan konsumen

  • Simulasi transaksi menggunakan QRIS

Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM Desa Pondokpanjang di era digital, sejalan dengan arah pembangunan desa yang mulai mengedepankan transformasi digital ekonomi kerakyatan.

“Dengan adanya QRIS dan GoFood, pelaku UMKM tidak hanya bergantung pada pembeli langsung, tetapi juga bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkap salah satu mahasiswa KKN Untirta saat kegiatan berlangsung.

Kegiatan UMKM Go Digital ini menjadi bukti nyata sinergi antara mahasiswa dan masyarakat desa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Pemerintah Desa Pondokpanjang pun menyambut baik kegiatan tersebut karena sejalan dengan upaya desa dalam mendukung UMKM naik kelas dan melek teknologi.

Ke depan, diharapkan program serupa dapat terus dikembangkan, baik melalui KKN lanjutan maupun kolaborasi dengan pemerintah desa dan platform digital lainnya.

Bagikan Berita Ini

Komentar (0)

Memuat komentar...